Kamis, 21 April 2016

When mind say NO and heart say YES
What will happened ?

Desir angin bertiup kencang sore ini, seperti biasa Lala gadis SMA yang tinggal bersama om dan tantenya, menunggu kedatangan bus untuk mengantar ia pulang ke rumah. Tik..Tok..Tik..Tok waktu terus berjalan, tidak ada tanda-tanda angkutan umum melintas, "akankah aku harus menunggu lebih lama lagi ?" ucap Lala dalam hati. Tidak lama kemudian hujan turun sangat deras, tanpa berpikir panjang Lala mencari tempat untuk berteduh sembari menunggu bus. 
"Hai" terdengar suara begitu lembut menyapanya. Lala terdiam, udara yang semakin dingin membuat dia semakin tidak bisa berkata-kata. "Hallo?" Suara itu terdengar lagi dan semakin jelas, sesaat Lala terdiam, terlihat tangan terlambai di depan matannya. " Eh, iya, Ha..Hallo" jawab Lala terbata-bata, jantungnya berdebar sangat kencang. Lala tak pernah menyangka, cowo terpopuler di SMA yang menjadi idaman banyak wanita termasuk Lala, menyapa dia di saat-saat seperti ini. Apa yang dia lakukan disini? Dan mengapa dia menyapaku? Begitu banyak pertanyaan muncul dalam pikirannya. "Gue duduk di sini ya, lagi mau berteduh nih, gue ga bawa jas hujan." Kata Derick, ya Derick namanya. Tanpa berpikir panjang Lala mengangguk dan menundukan kepalanya. Dia tidak sanggup melihat lelaki yang dia idolakan sejak duduk di bangku SMP berada tepat didepannya. Tidak ada percakapan lagi, hanya suara hujan deras yang terdengar. 15 menit berlalu tanpa ada 1 kata pun yang terucap, jantung Lala berdebar kencang, ditambah dnegan udara yang semakin dingin membuat tubuhnya kaku tak bergerak.
Jam menunjukan pk. 18.00 , hujan terlihat mulai reda, Derick bersiap untuk melanjutkan perjalananya, Lala masih terdiam sambil menundukan kepalanya. "Yuk Pulang", Kata Derick. Lala memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatap mata indah itu. "I...iyaa. Hati-hati ya." Jawab lala sambil tersenyum. "Hati-hati? Ayo balik sama gue." Kata Derick sambil menyiapkan motornya untuk mengantar Lala pulang. "Ha? Siapa? Gue?" Tanya Lala dengan wajah polosnya. " Yaiyalah elo, sini buruan gue anterin lo pulang. Aman kok tenang aja." Jawab Derick setelah menyalakan motornya. Lala tidak tahu keanehan apa yang sedang terjadi, apakah ini mimpi? Enam tahun aku mengaguminya tanpa pernah berkata satu patah kata pun, dan sore ini aku akan pulang ke rumah bersamanya? Ini Gila. Kata Lala dalam hatinya. "Ayo buruan. ntar keburu deras lagi hujannya" Kata Derick dengan nada yang lembut. " Iya, maaf ya aku jadi ngrepotin kamu." Ucap Lala sembari naik ke atas motor. Derick tersenyum kecil.
“Makasih ya Der” kata Lala seketika sampai di rumahnya. “Iya sama-sama, rumah kita deket, besok berangkat sama gue aja lg, gue jempupt jam setengah 7 ya. Ohya gue balik dulu. Sampe ketemu besok” Kata Derick sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Lala. “What? Gue belum jawab apa-apa dan dia besok mau jemput gue? Gila, mimpi macam apa ini. “La, dianterin sama siapa tadi?”, “ Eh tante, i..iya.. a..anuu tan..sama..sama temen kok, tan.” Jawab Lala sambil tersenyum. “Ya sudah sana ganti baju dan makan malam, tante udah siapin semuanya, jangan lupa nanti antar pesanan ke rumah Bu Endah ya, La” Kata tante kepada Lala sambil menutup pagar rumah. :Iya tan, kalo gitu Lala masuk dulu ya.” Lala berkata sambil berlari ke kamarnya.
Malam ini Lala tidak bisa tidur, dia terus menerus memikirkan apa yang sebenarnya telah terjadi. Mengapa semua hal yang terlihat tidak mungkin menjadi begitu mungkin hari ini. Ini Gila, benar-benar gila.
Keesokan paginya, “Tante, Lala berangkat dulu ya.” Kata Lala, berlari sambil memakan roti sarapannya. Dan sesuai dengan janji Derick, dia pun siap berangkat ke sekolah bersama Lala. Begitu juga saat pulang sekolah, mereka pulang bersama. Betapa bahagianya hati Lala, meski tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, hatinya berbunga-bunga. Begitu juga selama 2 minggu ini, mereka menghabiskan waktu bersama, di sekolah, jalan-jalan, bahkan saat di rumah masing-masing mereka tetap berkomunikasi melalu smartphone. 3 minggu berlalu.
“La, Om mau bicara sama kamu” Kata Om Roni kepada Lala saat makan malam. “Iya, ada apa om?” Tanya Lala sembari makan nasi goreng buatan tante Dewi. “Om, minta kamu jauh-jauh dari yang namanya Derick itu, jangan pernah berhubungan dengan dia lagi”. Sesaat setelah mendengar hal itu, seolah-olah awan mendung menguasai hati Lala. “Lho, ada apa ini, om ? Lala ga ngerti deh” Jawab Lala dengan nada cukup tinggi. “ Kalo om bilang jauhin, ya jauhin. Bila perlu kita pindah rumah supaya kamu tidak usah berangkat dan pulang sekolah bersama dia!” Lala mulai meneteskan air matanya dan berkata “Apa yang sebenarnya terjadi? Apa alasannya , om?”..”Om, jawab Lala , Om!” Lala tak kuasa menahan air matanya. “ Kamu tahu, orang tua Derick telah membunuh orang tuamu! Dulu ayahnya Derick bukan siapa-siapa, dia iri dengan ayahmu, lalu dia menyingkirkannya dengan cara membunuhnya. Kamu lupa ibumu sakit memikirkan ayahmu yang meninggal dan akhirnya ibumu juga meninggal. Om tidak mau kamu berhubungan dengan anak pembunuh itu!” Lala berlari ke kamar dan mengunci kamarnya. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada Derick. Di sisi lain dia mengagumi Derick selama enam tahun dan mulai tumbuh benih-benih cinta dalam hatinya kepada Derick setelah melalui 3 minggu yang luar biasa menyenangkan dalam hidup Lala. Tapi di sisi lain , dia tidak bisa memaafkan orang yang telah membunuh orang tuanya secara keji. “Ya Tuhan, apakah cinta ini salah? Dan mengapa harus dia?” Hanya itu yang muncul dalam benak Lala
“Kamu kenapa sih, La? Cerita dong kalo ada masalah, aku gak mau kamu diem gini.” Desak Derick saat di sekolah. Lala terus berjalan tanpa menghiraukan Derick. Saat jam istirahat Lala duduk di halaman belakang sekolah sambil melamun. “Bunga mawar yang indah ini untuk Lala-ku yang lebih indah dari bunga mawar manapun” Kata Derick yang tiba-tiba muncul di belakang Lala sambil membawakan bunga mawar merah yang indah. Lala tak kuasa menahan hatinya, dia tidak bisa mengatakannya pada Derick,dan di sisi lain, hati ini sungguh sakit.
Dua hari berlalu , Derick tidak berhenti untuk terus membuat Lala tersenyum dan mau mengatakan yang sejujurnya. Sampai pada suatu hari, “La, dari sekian banyak wanita yang ada, kamu yang selalu menarik perhatianku. Cewek cupu yang tiba-tiba masuk ke kelas 8A dan bilang “Selamat pagi, namaku Lala”, Sejak saat itu lah, aku tertarik sama kamu. Tapi aku ga pernah berani mengatakannya , La, hingga saat hujan itu tiba, semua berubah. Please, La, cerita sama aku, apa yang membuatmu begini? Aku sayang sama kamu, sangat sangat sayang. Aku selalu berusaha melindungi kamu dan diam-diam memperhatikan kamu tanpa kamu sadari, dan setelah mengenal kamu lebih dalam, aku semakin nyaman dengan perasaan ini, La.” Kata Derick. Jadi selama ini yang selalu melindungi Lala dari bully an teman-temannya adalah Derick, yang selalu membantu Lala saat terjadi sesuatu padanya adalah Derick. Yang menjaga Lala ketika menunggu bus, ketika mengantar pesanan ke orang-orang, ya semua itu adalah Derick. Selama enam tahun, perasaan itu tidak berubah. Meski banyak wanita yang tertarik dengan Derick, namun takdir berkata lain. “Maaf, Der, aku sayang sama kamu, tapi kita tidak di takdirkan untuk bersama.” Jawab Lala tertatih dan pergi meninggalkan Derick dengan meneteskan air mata.

“Saling mencintai bukan berarti saling memiliki. Apakah cinta ini salah? Akankah dua orang yang saling menyayangi ini harus terpisahkan karena masa lalu orang tua mereka? Oh, Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Rasa cintaku begitu besar, tak pernah ku rasakan sebelumnya. Cinta pertama ini akan menjadi cinta yang terakhir pula, akan tetapi apakah cinta ini akan berakhir dengan kepergian? When mind say No but heart say Yes, what will happened ?

-17-

Rabu, 13 April 2016

If i could write another ending
This wouldn't even be our song
I'd find a way where we would never ever be apart
Right from the start

_ Greyson Chance -  Home Is In Your Eyes_


Segala perbedaan yang ada dapat memisahkan 2 jiwa yang saling mencintai, tapi tidak bisa membunuh cinta mereka.

Waktu terus berjalan maju, begitu pula hidup setiap orang
2 tahun yang lalu, aku bertemu seseorang yang ku anggap bukan siapa-siapa
Namun sekarang dialah yang mengisi hari-hariku dan menemaniku setiap waktu
Tapi akankah dia tetap berada di sisiku sampai akhir nanti ?
Akankah dia menemani hari-hariku seperti saat ini ?

Tuhan, jika ini mimpi, jangan bangunkan aku dari mimpiku ini
Aku terlalu mencintai dirinya
Aku terlalu takut untuk kehilangan dia

Semua takdirku beralasan
Begitu pula cinta ini
Mengaharap keabadian
Tanpa mengingat bahwa tak  ada yang abadi di dunia ini sekalipun itu cinta

Pertemuan tak selalu menyenangkan, dan perpisahan tak selalu menyedihkan
Benar adanya
Manusia bisa bertindak , tetap yang Maha Kuasa pengaturnya

Tuhan, jika Kau ijinkan hubungan ini berakhir suatu saat nanti
Ijinkan aku tetap menyayangi dia, seperti saat ini
Seperti saat aku melalui hari-hariku bersamanya
Ijinkan aku untuk tetap menyimpan rasa ini.

Jika memang aku bukan untuknya, berikan padanya seseorang yang lebih dariku
Jika memang dia bukan untukku, tenangkan hatiku untuk menerima semuanya
Setiap air mata yang jatuh ini, perhitungkanlah sebagai besarnya cintaku
Dan setiap detik dia tersenyum , perhitungkanlah sebagai kebahagiaanku

Terimakasih untuk pertemuan yang indah,
Terimakasih untuk perjalanan hidup yang menyenangkan
Terimakasih Tuhan, Kau ijinkan aku memberikan cinta ini padanya
Terimakasih telah memberikan cinta kepadaku, sehingga aku bisa mencintai dia karnaMu

Love will always be love untill the end of a time
No matter the person change or even gone
This Love still grow

-17-


Jumat, 08 April 2016

Ketika kita tidak menginginkan kebahagian berakhir, maka jangan pulalah meminta kesedihan berlalu cepat. Bukankah hidup ini adil ? :D

Waktu berjalan begitu cepat, dan gak kerasa hubungan serius ini sudah berjalan selama 1 setengah tahun. Meski di depan sana terlihat badai besar siap menghantam kita, tapi keyakinanaku untuk selalu bersama denganmu justru semakin bertumbuh. Jangan pergi, hanya itu yang bisa kuucapkan.

Ketika cinta bersemi, rasa untuk mempertahankannya begitu besar
Tapi, bukankah setiap musim semi berlalu, selalua da musim lain yang menggantikannya, yang perlu kita lakukan hanyalah menunggu musim semi itu kembali datang. Meski banyak musim yang dilalui, tapi aku masih menaruh rasa percaya pada hubungan ini. 

Aku jatuh cinta
Dan aku akan bangkit karena cinta itu ada
Setiap manusia, punya cinta dihatinya
Entah berbalas atau tidak
Bertahan atau tidak
Tapi cinta itu sungguh ada
Dan nyata

Jangan pergi, Jangan pergi dari hidupku
Ketika cinta bisa menyakiti,
Maka cinta juga bisa menyembuhkan,
Terkadang sakit itu terasa, tapi cintamu
Mmebuatku melupakan rasa sakit itu
Jangan pergi :) Karna cinta yang ku cari selama ini, telah kutemukan.